Kepulauan Maluku memiliki sejarah panjang tentang keberagaman dan toleransi yang dibalut dalam semangat persaudaraan Pela Gandong. Namun, dalam ekosistem informasi digital yang sangat bebas, potensi konflik akibat salah informasi atau pemberitaan yang tendensius tetap menjadi ancaman nyata. Menyadari risiko tersebut, kegiatan Sosialisasi Etika Liputan yang dilaksanakan oleh Fakta Maluku menjadi sangat relevan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali para praktisi informasi, baik jurnalis profesional maupun pegiat media sosial, tentang pentingnya tanggung jawab moral dalam setiap kata yang mereka publikasikan ke ruang publik.
Etika adalah kompas bagi setiap penulis dalam menavigasi isu-isu sensitif yang ada di masyarakat. Dalam sosialisasi ini, ditekankan bahwa sebuah tulisan memiliki kekuatan untuk menyatukan, namun juga memiliki potensi untuk memecah belah jika tidak didasari oleh prinsip keadilan dan keberimbangan. Di Maluku, di mana latar belakang agama dan budaya sangat beragam, pemilihan diksi atau pilihan kata dalam sebuah berita menjadi hal yang sangat krusial. Seorang penulis harus mampu menahan diri dari godaan narasi yang provokatif demi mendapatkan jumlah pembaca yang banyak.
Salah satu fokus utama dari program Fakta Maluku ini adalah bagaimana cara menjaga keberagaman melalui produk informasi yang sehat. Peserta diajarkan untuk selalu melakukan verifikasi berlapis sebelum mengunggah berita yang berkaitan dengan isu SARA atau konflik horizontal. Kecepatan tidak boleh mengorbankan kedamaian yang sudah terbangun dengan susah payah. Melalui etika liputan yang benar, penulis didorong untuk selalu mengedepankan jurnalisme damai (peace journalism), yaitu sebuah pendekatan yang fokus pada pencarian solusi dan penonjolan titik-titik temu antar kelompok yang berbeda.
Penerapan etika ini diaplikasikan dalam bentuk tulisan yang objektif dan tidak memihak. Peserta pelatihan diberikan simulasi mengenai kasus-kasus peliputan lapangan di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi. Mereka diajarkan untuk memberikan ruang yang sama bagi semua pihak yang terlibat agar informasi yang sampai ke masyarakat bersifat utuh dan tidak sepihak. Dengan memberikan konteks yang lengkap, masyarakat Maluku akan mendapatkan pemahaman yang benar dan tidak mudah terhasut oleh provokasi yang sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di dunia maya.