Tindak kekerasan jalanan masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah, tak terkecuali di Ambon. Sebuah insiden mengerikan kembali terjadi, di mana seorang pria menjadi Korban Pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK), mengakibatkan luka parah dan satu jari tangan putus. Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi Korban Pembacokan dan menguatkan urgensi peningkatan keamanan di ruang publik. Artikel ini akan mengulas detail kejadian, kondisi Korban Pembacokan, serta langkah yang diambil aparat kepolisian.
Insiden tragis ini menimpa Muhammad Amin Notanubun (51 tahun) di pangkalan ojek Wara, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Pada hari Minggu, 19 Mei 2025, sekitar pukul 23.00 WIT, saat situasi sudah sepi, Amin tiba-tiba diserang oleh dua orang tak dikenal. Para pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung melancarkan serangan brutal menggunakan senjata tajam. Kejadian berlangsung sangat cepat, membuat korban tidak sempat melakukan perlawanan berarti.
Akibat serangan membabi buta itu, Muhammad Amin Notanubun mengalami luka-luka yang sangat serius. Luka paling parah adalah putusnya salah satu jari tangannya, yang menunjukkan betapa sadisnya aksi para pelaku. Selain itu, Korban Pembacokan juga menderita luka bacok di bagian kepala, hidung, dahi, belakang kepala, dan bahu hingga lengan atas. Amin segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haulussy Ambon untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Tim dokter menyatakan korban membutuhkan operasi rekonstruksi yang kompleks untuk mengatasi luka-lukanya.
Pihak kepolisian, melalui Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, langsung merespons cepat laporan ini. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti, termasuk keterangan dari saksi mata yang berada di sekitar lokasi. Kapolresta Ambon Kombes Pol. Raja Simanjuntak, dalam keterangannya pada Senin, 20 Mei 2025, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku. “Kami sedang bekerja keras mengidentifikasi dan menangkap dua orang yang bertanggung jawab atas tindakan keji ini. Motifnya masih dalam penyelidikan,” tegas Kombes Raja.
Kasus Muhammad Amin Notanubun sebagai Korban Pembacokan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat berada di tempat sepi pada malam hari. Aparat keamanan juga diharapkan dapat meningkatkan patroli di titik-titik rawan kejahatan guna mencegah insiden serupa terulang dan memberikan rasa aman bagi warga Ambon.