Hari: 1 Juni 2025

Profil Sherly Tjoanda: Mengintip Harta Kekayaan Gubernur Maluku Utara

Dunia perpolitikan Indonesia kerap menyuguhkan kejutan, termasuk kemunculan figur dengan latar belakang yang menarik. Salah satunya adalah Profil Sherly Tjoanda, yang kini menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara. Selain dikenal sebagai pemimpin perempuan pertama di provinsi tersebut, ia juga menjadi sorotan publik karena memiliki harta kekayaan yang fantastis, menjadikannya salah satu gubernur terkaya di Indonesia.

Sherly Tjoanda menunjukkan bahwa ia lahir pada 8 Agustus 1982 di Ambon. Ia bukan sosok baru di dunia politik, namun namanya semakin mencuat setelah ia terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara untuk periode 2025-2030. Ia merupakan istri dari mendiang Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai, dan melanjutkan langkah politik suaminya.

Pendidikan Sherly Tjoanda juga terbilang mumpuni. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Petra Surabaya dengan jurusan International Business Management. Kemudian, ia melanjutkan studi program double degree di Inholland University, Belanda, dan lulus pada tahun 2004. Latar belakang pendidikan ini memberinya landasan yang kuat di bidang bisnis dan pemerintahan.

Sebelum terjun ke dunia politik secara langsung, Profil Sherly Tjoanda dikenal sebagai pengusaha sukses dengan berbagai investasi di sektor properti dan keuangan. Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor di balik kekayaan fantastis yang dimilikinya. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk mendirikan Yayasan Bela Peduli yang fokus pada bantuan untuk rumah ibadah dan korban bencana.

Berdasarkan laporan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Profil Sherly Tjoanda tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp709 miliar. Angka ini menjadikannya gubernur terkaya yang dilantik. Kekayaannya meliputi aset tanah dan bangunan, alat transportasi, surat berharga, kas dan setara kas, serta harta bergerak lainnya.

Meskipun harta fantastis ini menarik perhatian, yang lebih penting adalah bagaimana Profil Sherly Tjoanda akan memanfaatkan kekayaannya dan jabatannya untuk memajukan Maluku Utara. Dalam seratus hari pertamanya sebagai gubernur, ia telah memaparkan berbagai rencana kerja, termasuk peningkatan di sektor pendidikan dan kesehatan, serta penanganan infrastruktur.

Kehadiran Profil Sherly Tjoanda sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, ditambah dengan latar belakang pengusaha dan kekayaan yang signifikan, menjadikannya figur yang unik.

Kelompok Preman Pemalak Pedangang Diringksu Polisi di Ambon

Ketenteraman para pedagang di Ambon sempat terusik oleh aksi pemalakan yang dilakukan oleh kelompok preman. Namun, keresahan ini akhirnya berakhir setelah aparat kepolisian berhasil meringkus sejumlah anggota komplotan tersebut dalam sebuah operasi gabungan. Penangkapan ini dilakukan pada Jumat, 30 Mei 2025, di kawasan Pasar Mardika, Ambon, yang memang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian dan perdagangan.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Raja Arthur Lumongga, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa operasi penangkapan ini merupakan respons cepat atas banyaknya laporan dari para pedagang yang merasa resah dan terancam. “Kami menerima puluhan laporan dari pedagang yang mengaku sering dipalak, diancam, bahkan ada yang mengalami pengrusakan barang dagangan jika tidak memberikan sejumlah uang. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Kombes Pol. Raja Arthur dalam konferensi pers pada Sabtu, 31 Mei 2025. Kelompok preman ini diketahui beroperasi secara terorganisir dan memiliki wilayah kekuasaan tertentu di beberapa pasar tradisional.

Dalam operasi yang melibatkan puluhan personel dari Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Sabhara Polresta Ambon, sebanyak lima orang anggota kelompok preman berhasil diamankan. Mereka adalah RS (30), JL (28), AG (35), BD (27), dan DF (32). Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai hasil pemalakan, senjata tajam jenis parang dan pisau, serta beberapa botol minuman keras. Modus operandi mereka adalah mendatangi lapak-lapak pedagang secara berkala dan meminta “uang keamanan” dengan paksaan.

Penangkapan kelompok preman ini disambut baik oleh para pedagang dan masyarakat sekitar. Salah satu pedagang sayur, Ibu Aminah (48), mengungkapkan rasa leganya. “Kami sudah lama takut, Pak. Setiap hari harus setor uang, padahal keuntungan pas-pasan. Alhamdulillah, polisi cepat bertindak,” ujarnya. Kelima pelaku saat ini telah ditahan di Mapolresta Pulau Ambon dan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan/atau Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan Ancaman Kekerasan. Aparat kepolisian berkomitmen untuk terus memberantas praktik premanisme dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Ambon.

© 2026 FAKTA MALUKU

Theme by Anders NorenUp ↑