Maluku, dengan kekayaan rempah dan budayanya, menyuguhkan kuliner tradisional unik yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat nilai historis: Nasi Jaha. Hidangan ini adalah nasi ketan yang dimasak di dalam bambu, menghasilkan aroma khas yang meresap sempurna dan rasa gurih yang menggugah selera. Nasi Jaha bukan sekadar makanan pokok, melainkan simbol kebersamaan dan tradisi yang diwariskan turun-temurun, khususnya dalam acara-acara adat dan perayaan. Keunikan cara memasaknya menjadikan Nasi Jaha sangat istimewa di hati masyarakat Maluku. Sebuah penelitian oleh Pusat Studi Kuliner Tradisional Universitas Pattimura pada November 2024 menemukan bahwa teknik memasak dalam bambu tidak hanya menambah aroma, tetapi juga menjaga kelembaban dan nutrisi bahan makanan.
Proses pembuatan Kuliner khas dimulai dengan membersihkan beras ketan, lalu merendamnya selama beberapa waktu. Setelah itu, ketan dicampur dengan santan kelapa, bumbu rempah seperti bawang merah, jahe, serai, dan sedikit garam untuk memberikan rasa gurih. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam ruas bambu muda yang bagian dalamnya telah dilapisi daun pisang. Daun pisang berfungsi sebagai pelindung agar nasi tidak lengket ke dinding bambu dan menambah aroma harum saat matang.
Ruas bambu yang sudah berisi adonan Nasi Jaha kemudian dipanggang atau dibakar di atas bara api secara perlahan. Proses pembakaran ini memakan waktu beberapa jam, tergantung ukuran bambu dan intensitas api. Selama proses ini, santan akan meresap sempurna ke dalam beras ketan, dan aroma khas bambu yang terbakar akan berpadu dengan rempah, menciptakan keharuman yang unik. Panas dari bara api juga akan memasak ketan hingga matang sempurna, menghasilkan tekstur yang pulen dan empuk. Pada Festival Kuliner Ambon yang diadakan di Lapangan Merdeka Ambon pada 18 Agustus 2025, demo pembuatan Nasi Jaha menarik perhatian banyak pengunjung, terutama saat aroma bakaran bambunya mulai tercium.
Setelah matang, bambu dibelah, dan Nasi Jaha yang berbentuk silinder dikeluarkan. Nasi ini biasanya disajikan dalam potongan-potongan dan disantap bersama lauk pauk khas Maluku seperti ikan bakar rica-rica, gohu ikan, atau sambal colo-colo. Kombinasi rasa gurih dari ketan santan dan pedasnya lauk pauk menciptakan perpaduan rasa yang harmonis. Nasi Jaha tidak hanya lezat, tetapi juga merepresentasikan kearifan lokal dan kekayaan budaya kuliner Maluku yang patut untuk dicicipi dan dilestarikan.