Maluku, dengan keindahan laut dan kekayaan budayanya, memiliki sebuah perhelatan akbar yang menjadi daya tarik utama, yaitu Festival Teluk Ambon. Lebih dari sekadar acara tahunan, Festival Teluk Ambon adalah sebuah perayaan yang menggabungkan keindahan alam, kekayaan seni, dan kekuatan budaya lokal. Festival Teluk Ambon menjadi simbol persatuan dan semangat maritim masyarakat Maluku, yang telah terjalin dengan lautan selama berabad-abad. Perayaan ini menampilkan pesona yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Salah satu acara utama dalam festival ini adalah lomba perahu tradisional yang disebut “Arumbay”. Lomba ini bukan hanya ajang adu cepat, tetapi juga menjadi ajang untuk melestarikan tradisi maritim leluhur. Perahu-perahu dihias dengan motif-motif khas Maluku dan dikendalikan oleh para nelayan yang telah terlatih. Pada hari Jumat, 25 Oktober 2024, lomba Arumbay yang diselenggarakan di perairan Teluk Ambon berhasil menarik perhatian ribuan penonton. Menurut salah satu petugas keamanan dari Polsek Sirimau, Bapak Frans Pattikawa, acara ini berjalan lancar dan aman berkat kerja sama yang baik antara panitia dan petugas keamanan.
Selain lomba perahu, festival ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Tarian tradisional seperti Tari Lenso dan Tari Katreji disuguhkan untuk menghibur para penonton, diiringi musik yang dinamis dari alat musik tradisional Tifa. Panggung-panggung seni juga diisi dengan pertunjukan musik lokal dan kuliner khas Maluku, seperti ikan kuah kuning dan papeda. Kehadiran para seniman dan penggiat budaya menunjukkan betapa Festival Teluk Ambon adalah ruang bagi ekspresi kreatif dan pelestarian tradisi.
Perayaan ini juga memiliki makna sosial yang mendalam. Festival ini berfungsi sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar-masyarakat, baik dari Ambon maupun dari pulau-pulau sekitarnya. Ini adalah momentum di mana seluruh elemen masyarakat bersatu, melupakan perbedaan, dan merayakan identitas kolektif mereka sebagai orang Maluku. Sebagai contoh, dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku pada tanggal 14 Januari 2024, tercatat bahwa festival ini berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi para pelaku UMKM.
Secara keseluruhan, Festival Teluk Ambon adalah perwujudan dari semangat bahari, seni, dan budaya yang tak terpisahkan dari identitas masyarakat Maluku. Melalui acara-acara yang disajikan, festival ini tidak hanya mempromosikan pariwisata, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan leluhur mereka. Festival ini menjadi bukti bahwa tradisi dapat beradaptasi dan terus hidup di tengah arus modernisasi.