Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, kini berdiri tegak sebagai contoh nyata pemulihan dan persatuan, yang diwujudkan melalui sebuah monumen monumental: Gong Perdamaian Dunia Ambon. Monumen ini berfungsi sebagai simbol harmoni dan toleransi lintas agama yang sangat penting, mengingat sejarah konflik yang pernah melanda wilayah ini. Gong ini merupakan bagian dari jaringan World Peace Gong yang tersebar di berbagai negara, namun penempatannya di Ambon memiliki makna yang mendalam sebagai penanda berakhirnya konflik sosial dan dimulainya era baru rekonsiliasi. Gong ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 25 November 2009, mengukuhkan Ambon sebagai “Kota Musik” yang juga menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.

Secara fisik, Gong Perdamaian Dunia Ambon memiliki diameter sekitar 2 meter dengan hiasan dan relief yang kaya makna. Di bagian luarnya, terukir bendera dari 202 negara di dunia, melambangkan harapan perdamaian universal. Sementara itu, di bagian tengahnya terdapat logo berbagai agama besar di Indonesia, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, yang menjadi simbol harmoni dan kerukunan umat beragama. Lokasi penempatan Gong ini dipilih secara strategis di pusat kota, mudah diakses oleh masyarakat umum dan wisatawan, sekaligus menjadi pengingat harian akan pentingnya menjaga kerukunan.

Kompleks Gong ini juga dilengkapi dengan prasasti dan taman yang terawat. Penjagaan keamanan di area ini sangat ketat, terutama saat momen-momen peringatan penting. Misalnya, pada perayaan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21 September 2026, Kepolisian Sektor Sirimau dan Kodim 1504/Ambon mengerahkan lebih dari 100 personel gabungan untuk mengamankan upacara dan kegiatan budaya yang melibatkan ribuan warga. Kehadiran gong ini tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan perdamaian. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku pada periode awal 2025, tercatat peningkatan kunjungan sebesar 15% dari wisatawan yang tertarik pada narasi rekonsiliasi Maluku, membuktikan bahwa Gong ini berhasil menyampaikan pesan persatuan. Melalui monumen ini, Ambon terus menyuarakan bahwa perdamaian dan simbol harmoni adalah kunci utama bagi masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Maluku.