Sebuah insiden keracunan massal menggemparkan Kota Ambon, ketika puluhan siswa SMA Siwalima Ambon harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan yang disediakan pihak sekolah. Peristiwa ini menjadi sorotan serius, mengingat dampaknya yang langsung mengancam kesehatan para pelajar dan menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas pangan di lingkungan pendidikan.
Insiden keracunan ini terjadi pada Kamis, 17 November 2022. Lebih dari 70 siswa SMA Siwalima Ambon, yang sebagian besar adalah penghuni asrama, mulai merasakan gejala seperti pusing, sakit kepala, mual, muntah-muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan yang disajikan untuk makan siang. Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan meliputi ikan goreng, sayur bayam, sup kacang hijau, dan telur dadar. Sebagian besar siswa merasakan gejala beberapa jam setelah menyantap hidangan tersebut, memicu kepanikan di lingkungan sekolah.
Melihat kondisi para siswa yang memburuk, pihak sekolah dan orang tua segera bertindak. Puluhan siswa yang mengalami gejala paling parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haulussy Ambon, untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Petugas medis segera melakukan penanganan awal, termasuk pemberian cairan infus untuk mencegah dehidrasi. Insiden keracunan ini juga menyebabkan sebagian besar siswa asrama dipulangkan sementara ke rumah masing-masing demi keamanan dan pemulihan.
Pihak berwenang, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Ambon bekerja sama dengan kepolisian, langsung bergerak cepat untuk menyelidiki penyebab pasti insiden keracunan ini. Tim medis dan forensik telah mengambil sampel makanan yang disajikan di sekolah, termasuk sisa hidangan yang dikonsumsi siswa, untuk diuji di laboratorium guna mengidentifikasi keberadaan toksin atau bakteri penyebab keracunan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Fery Wattimena, dalam keterangannya pada Jumat, 18 November 2022, menyatakan bahwa hasil uji laboratorium akan menentukan langkah selanjutnya dan siapa pihak yang bertanggung jawab.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi semua institusi pendidikan, penyedia katering, dan pihak terkait lainnya untuk selalu memastikan kebersihan, kualitas, dan keamanan pangan yang disajikan kepada siswa. Pengawasan rutin dan standar kebersihan yang ketat mutlak diperlukan untuk mencegah insiden keracunan serupa terulang di masa depan, demi menjaga kesehatan dan keselamatan generasi muda.