Maluku, khususnya wilayah Ambon dan sekitarnya, kembali dihadapkan pada ancaman cuaca ekstrem yang signifikan. Hujan lebat disertai angin kencang telah menjadi pemandangan harian, memicu serangkaian dampak serius yang mengganggu aktivitas dan mengancam keselamatan warga. Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta bahaya kelistrikan yang mengintai.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi telah mengakibatkan berbagai masalah. Salah satunya adalah delapan titik longsor di wilayah Sirimau, yang menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan infrastruktur dan risiko bagi permukiman warga. Longsor merupakan ancaman nyata di daerah dengan kontur perbukitan, terutama saat tanah jenuh akibat curah hujan berlebihan. Selain itu, jalan tepi laut Desa Hatu dilaporkan rusak parah, mengganggu akses transportasi dan konektivitas antardesa. Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Menyikapi kondisi ini, PT PLN (Persero) turut menyampaikan imbauan penting kepada seluruh warga. PLN mengimbau warga untuk menjaga keselamatan dari bahaya kelistrikan akibat cuaca buruk. Pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik, tiang listrik yang roboh, atau genangan air yang mengenai instalasi listrik dapat menjadi pemicu korsleting atau sengatan listrik yang fatal. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon atau tiang listrik, menjauhi kabel yang putus, dan segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan kepada pihak PLN.
Pemerintah kota Ambon dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga tidak henti-hentinya mengimbau warga Ambon untuk waspada bencana hidrometeorologi. Istilah hidrometeorologi mencakup berbagai bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan iklim seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi. Tingginya curah hujan di Maluku merupakan indikasi kuat bahwa potensi bencana-bencana tersebut sangat besar. Warga di daerah rawan, khususnya yang tinggal di lereng bukit atau dekat sungai, diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memantau informasi terkini dari otoritas setempat. Kondisi cuaca ekstrem di Maluku ini adalah pengingat bahwa perubahan iklim telah membawa dampak nyata. Kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mematuhi imbauan keselamatan akan sangat krusial dalam menghadapi tantangan ini demi meminimalisir risiko dan kerugian.