Keindahan bawah laut Indonesia Timur merupakan aset yang tak ternilai, namun ancaman limbah anorganik menuntut adanya program Maluku Peduli Laut yang dilakukan secara berkelanjutan. Masalah pencemaran air menjadi fokus utama pemerintah daerah, sehingga diluncurkan Gerakan Angkut Sampah yang melibatkan para nelayan dan penyelam lokal secara sukarela. Fokus utama pembersihan dilakukan untuk menyingkirkan Sampah Plastik yang sering kali tersangkut di terumbu karang dan mengancam biota laut yang sangat beragam. Terutama di wilayah Perairan Ambon, keberhasilan aksi lingkungan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat pesisir dalam menjaga kebersihan dermaga dan bibir pantai. Wilayah Ambon yang dikenal dengan potensi perikanannya harus dipastikan bebas dari mikroplastik agar kualitas komoditas laut tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi masyarakat luas.

Dalam pelaksanaannya, inisiatif Maluku Peduli Laut tidak hanya fokus pada pembersihan di permukaan, tetapi juga melakukan pembersihan dasar laut atau underwater cleanup. Melalui Gerakan Angkut Sampah yang terorganisir, tim berhasil mengangkat ratusan kilogram jaring hantu dan botol bekas yang menutupi ekosistem karang. Keberadaan Sampah Plastik ini sangat merugikan sektor pariwisata bahari yang menjadi andalan ekonomi lokal. Di wilayah Perairan Ambon, arus laut yang kuat sering kali membawa limbah dari wilayah lain, sehingga pemantauan rutin menjadi sangat krusial. Masyarakat Ambon kini mulai menyadari bahwa laut yang bersih adalah kunci utama kesejahteraan mereka, mengingat sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan yang sehat dan lestari.

Dukungan dari komunitas pecinta lingkungan dalam program Maluku Peduli Laut diwujudkan dengan edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga bagi warga di pinggir sungai. Jika Gerakan Angkut Sampah hanya dilakukan di laut tanpa memutus sumber pencemaran di darat, maka masalah ini tidak akan pernah selesai. Penumpukan Sampah Plastik di muara sungai harus dicegah dengan sistem penyaringan yang lebih baik sebelum masuk ke Perairan Ambon. Kesadaran kolektif warga Ambon untuk tidak membuang sampah ke laut mulai menunjukkan hasil positif dengan kembali terlihatnya kawanan lumba-lumba di dekat teluk. Hal ini menjadi bukti bahwa pemulihan ekosistem dapat terjadi jika manusia berkomitmen untuk berhenti merusak alam dengan sampah anorganik yang sulit terurai.

Pemerintah juga berencana membangun fasilitas pengolahan limbah khusus di sekitar pelabuhan untuk mendukung visi Maluku Peduli Laut di masa depan. Setiap kapal yang bersandar diwajibkan mengikuti aturan Gerakan Angkut Sampah agar tidak membuang limbah operasional ke laut lepas. Penanganan Sampah Plastik ini juga menjadi bagian dari upaya global dalam melindungi samudera dari kerusakan permanen. Keasrian Perairan Ambon harus tetap dijaga demi kelangsungan hidup generasi mendatang agar mereka tetap bisa menikmati kekayaan laut yang melimpah. Warga Ambon diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam aksi penyelamatan lingkungan ini. Dengan laut yang sehat, identitas Maluku sebagai provinsi kepulauan yang indah akan tetap terjaga dan semakin dikenal di kancah internasional sebagai destinasi wisata bahari yang bersih dan mempesona.