Bagi banyak orang, memulai hari tanpa kafein terasa seperti mesin yang kekurangan oli. Kebiasaan menyesap secangkir kopi di pagi hari sering kali terbawa hingga bulan Ramadan. Namun, muncul perdebatan mengenai keamanan dan dampaknya ketika seseorang memutuskan untuk Minum Kopi Saat Sahur. Sebagai minuman stimulan, kopi memang memberikan efek waspada dan menghilangkan rasa kantuk, tetapi bagi mereka yang sedang berpuasa, ada beberapa mekanisme biologis yang perlu diperhatikan agar aktivitas ibadah dan kesehatan tetap berjalan beriringan tanpa gangguan yang berarti bagi sistem metabolisme tubuh.

Secara ilmiah, kafein yang terkandung dalam kopi bersifat diuretik, yang berarti ia dapat merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urin. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran utama para ahli kesehatan. Jika Anda mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak saat fajar, risiko mengalami dehidrasi ringan di siang hari akan meningkat. Oleh karena itu, bagi yang bertanya-tanya Bolehkah? jawabannya adalah boleh, namun dengan catatan dan batasan yang sangat ketat. Anda harus mengimbangi setiap cangkir kopi dengan setidaknya dua gelas air putih tambahan untuk menggantikan cairan yang mungkin akan hilang akibat efek diuretik tersebut.

Jika kita merujuk pada Simak Penjelasan Medis, kafein juga dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi individu yang memiliki riwayat penyakit maag atau asam lambung (GERD), minum kopi saat perut dalam keadaan transisi menuju kosong selama belasan jam bisa memicu nyeri ulu hati atau rasa terbakar di dada. Medis menyarankan agar kopi dikonsumsi setelah Anda menyantap makanan utama yang kaya akan serat dan protein, bukan saat perut benar-benar kosong di awal sahur. Makanan di dalam lambung berfungsi sebagai bantalan yang akan menyerap sebagian efek iritasi dari kafein, sehingga dinding lambung tetap terlindungi.

Selain dampak pada cairan dan lambung, kopi juga mempengaruhi pola tidur seseorang. Meskipun diminum saat subuh, sisa kafein masih bisa berada dalam aliran darah selama beberapa jam. Namun, masalah utamanya justru sering terjadi jika Anda minum kopi terlalu dekat dengan waktu imsak, yang bisa menyebabkan detak jantung terasa lebih cepat atau palpitasi bagi mereka yang sensitif. Rasa cemas atau gelisah yang timbul akibat kafein berlebih dapat mengganggu kenyamanan beribadah. Oleh karena itu, pilihlah jenis kopi dengan kadar kafein rendah atau batasi porsinya menjadi hanya setengah cangkir untuk sekadar memenuhi keinginan lidah tanpa memberikan beban berlebih pada tubuh.