Sebuah penemuan mengerikan mengejutkan warga dan nelayan di Maluku ketika potongan kaki manusia ditemukan di dalam perut seekor hiu yang berhasil ditangkap. Penemuan ini segera memicu spekulasi terkait insiden tragis yang mungkin melibatkan seorang turis yang dilaporkan hilang. Temuan potongan kaki ini telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat lokal dan wisatawan.
Peristiwa mengejutkan ini bermula pada hari Minggu, 1 Juni 2025, ketika sekelompok nelayan dari sebuah desa pesisir di Pulau Ambon, Maluku Tengah, sedang melaut. Mereka berhasil menangkap seekor hiu jenis hiu macan berukuran cukup besar, dengan panjang sekitar 3 meter. Saat hiu tersebut dibedah di darat untuk diambil dagingnya, para nelayan dikejutkan dengan penemuan kaki manusia di dalam perut ikan pemangsa tersebut. Potongan kaki tersebut tampak masih utuh dengan sisa sepatu selam yang melekat.
Penemuan ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang, dan tim dari Kepolisian Sektor Ambon segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Potongan kaki tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk dilakukan identifikasi forensik. Pada saat yang bersamaan, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan dari Basarnas Ambon dan Polairud Maluku juga sedang melakukan pencarian terhadap seorang turis asing, warga negara Prancis, berinisial Jean-Luc (48), yang dilaporkan hilang sejak Sabtu sore, 31 Mei 2025, setelah melakukan aktivitas diving di perairan sekitar Pulau Pombo.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Ambon, Kompol Ronald Risakotta, mengonfirmasi penemuan potongan kaki tersebut. “Kami telah menerima laporan dan melakukan penyelidikan. Potongan kaki tersebut saat ini sedang dalam proses identifikasi dan pencocokan DNA dengan data turis yang hilang. Dugaan kuat mengarah pada korban hilang yang melakukan diving,” jelas Kompol Ronald Risakotta pada Senin, 2 Juni 2025. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan terbuka, terutama di area yang diketahui menjadi habitat hiu. Insiden ini menjadi pengingat tragis akan bahaya alam dan pentingnya menjaga keselamatan diri saat berwisata bahari.