Ketahanan pangan nasional sering kali diukur dari ketergantungan terhadap komoditas tertentu, padahal setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang unik dan sangat berkualitas. Mempromosikan Pangan Lokal Bergizi adalah langkah strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui asupan alami. Di wilayah kepulauan yang kaya akan hasil laut dan hutan, potensi ini sangat luar biasa jika dikelola dengan bijak. Mengalihkan perhatian kembali pada apa yang disediakan oleh alam sekitar bukan hanya soal melestarikan tradisi, melainkan juga tentang memenuhi kebutuhan nutrisi secara efisien dan ekonomis bagi seluruh lapisan warga.
Sebuah Fakta Maluku yang patut dibanggakan adalah statusnya sebagai salah satu lumbung ikan nasional dengan kualitas ekspor yang mendunia. Namun, ironisnya, konsumsi protein hewani dari hasil laut di tingkat rumah tangga terkadang belum maksimal akibat pola makan yang mulai bergeser ke arah makanan instan. Gerakan untuk kembali ke meja makan tradisional kini sedang gencar disuarakan untuk mengingatkan masyarakat akan besarnya manfaat kesehatan yang terkandung dalam setiap hidangan lokal. Ikan segar yang baru ditangkap dari perairan Maluku mengandung omega-3 tinggi yang sangat baik untuk perkembangan otak anak dan kesehatan jantung orang dewasa.
Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai secara masif mengajak setiap Keluarga untuk menjadikan hasil laut sebagai menu harian utama. Kampanye “Gemar Makan Ikan” tidak hanya menyasar orang tua, tetapi juga anak-anak sekolah melalui program kantin sehat dan lomba memasak kreatif. Selain itu, pengolahan ikan menjadi berbagai varian produk seperti bakso ikan atau abon juga dilakukan agar lebih menarik bagi generasi muda yang menyukai kepraktisan. Edukasi mengenai cara pengolahan yang benar agar kandungan gizinya tidak rusak menjadi materi penting dalam setiap sosialisasi kesehatan di tingkat kelurahan dan desa.
Selain ikan, sumber karbohidrat utama yang menjadi identitas wilayah ini adalah Sagu. Sagu merupakan pangan fungsional yang memiliki indeks glikemik rendah, sehingga sangat baik untuk menjaga stabilitas gula darah dan kesehatan pencernaan. Berbeda dengan beras yang harus didatangkan dari luar pulau, pohon sagu tumbuh subur secara alami di daratan Maluku, menjadikannya sumber pangan yang paling berkelanjutan dan tahan terhadap krisis. Mengombinasikan papeda dengan ikan kuah kuning bukan hanya menciptakan cita rasa yang autentik, tetapi juga merupakan paket nutrisi yang sangat lengkap antara karbohidrat kompleks, protein, dan mineral penting lainnya.