Di era transformasi digital yang berkembang pesat seperti saat ini, seorang olahragawan dituntut untuk tidak hanya memiliki ketangkasan fisik di lapangan, tetapi juga harus dibekali dengan kecakapan dalam mengelola peluang ekonomi di luar arena. Menyadari pentingnya kemandirian finansial bagi para atlet, sebuah agenda edukasi strategis baru saja dilaksanakan di wilayah kepulauan rempah. Program Pelatihan Digital Marketing ini dirancang secara khusus untuk memberikan bekal pengetahuan teknis mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan unit usaha mandiri. Langkah ini diambil sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi dalam mempersiapkan masa depan atlet yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Inisiatif yang dipelopori oleh KONI Maluku ini dilatarbelakangi oleh realita bahwa masa keemasan seorang atlet memiliki batasan usia yang cukup singkat. Tanpa persiapan yang matang mengenai pengelolaan ekonomi, banyak mantan atlet yang mengalami kesulitan finansial setelah pensiun dari dunia kompetisi. Oleh karena itu, kurikulum pelatihan ini disusun dengan materi yang sangat praktis dan relevan, mulai dari cara membangun branding pribadi di media sosial, teknik fotografi produk yang menarik, hingga strategi periklanan digital yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Peserta pelatihan ini terdiri dari para Atlet aktif maupun senior yang telah memiliki rintisan usaha di berbagai bidang, mulai dari kuliner khas daerah, jasa pelatihan kebugaran, hingga produksi peralatan olahraga lokal. Mereka diajarkan untuk memahami perilaku konsumen di dunia maya dan bagaimana membangun kepercayaan pelanggan melalui komunikasi yang profesional di platform digital. Dengan pengikut media sosial yang biasanya sudah cukup banyak karena status mereka sebagai figur publik, para atlet ini sebenarnya memiliki modal awal yang sangat besar untuk menjadi pemasar yang sukses bagi produk mereka sendiri maupun produk lokal lainnya.
Semangat menjadi seorang Wirausaha yang tangguh ditekankan dalam setiap sesi diskusi bersama para mentor ahli. Para atlet diajak untuk menerapkan disiplin dan daya juang yang mereka miliki di lapangan ke dalam dunia bisnis. Mengelola sebuah usaha memerlukan konsistensi dan mental yang tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan pasar, persis seperti saat mereka menghadapi lawan tangguh dalam pertandingan final. Pelatihan ini juga menjadi ajang jejaring (networking) antar atlet, di mana mereka dapat saling berkolaborasi untuk menciptakan produk bersama atau sekadar berbagi pengalaman mengenai kendala operasional yang sering dihadapi dalam berbisnis.