Pulau Morotai di Maluku Utara adalah destinasi unik yang memadukan jejak sejarah Perang Dunia II yang mendalam dengan pesona bawah laut yang luar biasa. Pulau ini pernah menjadi basis militer strategis bagi pasukan Sekutu, terutama Amerika Serikat, dalam kampanye Pasifik melawan Jepang. Peninggalan sejarah perang tersebut kini tersebar di daratan maupun di dasar laut, menjadikannya magnet bagi para penggemar sejarah dan penyelam. Keberadaan sisa-sisa perang ini memberikan dimensi yang berbeda pada keindahan alamnya, mengundang pengunjung untuk merenungkan masa lalu sambil menikmati keindahan masa kini. Pada peringatan Hari Veteran Nasional yang akan datang, tanggal 10 Agustus 2025, Morotai diproyeksikan akan menjadi pusat kunjungan bagi mereka yang ingin mengenang jasa para pahlawan.
Di daratan Morotai, Anda dapat menemukan berbagai situs peninggalan sejarah Perang Dunia II. Mulai dari landasan pacu pesawat, bunker-bunker pertahanan, hingga museum mini yang menyimpan koleksi artefak perang seperti seragam, senjata, dan foto-foto dokumentasi. Salah satu lokasi yang paling terkenal adalah Pulau Zum-Zum, tempat Jenderal Douglas MacArthur pernah mendirikan markas besarnya. Mengunjungi tempat-tempat ini memberikan pengalaman yang imersif, seolah kembali ke masa lalu dan menyaksikan langsung hiruk pikuk pertempuran. Seorang pemandu wisata lokal, Bapak Anwar, yang juga merupakan seorang sepegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, sering memandu tur sejarah setiap hari Jumat pukul 09.00 WIB. Beliau mengungkapkan bahwa banyak veteran perang dari Amerika Serikat atau Jepang masih sesekali datang berkunjung untuk bernostalgia.
Namun, pesona Morotai tidak hanya berhenti di daratan. Di bawah lautnya, tersimpan harta karun sejarah yang tak kalah menarik. Banyak bangkai kapal dan pesawat terbang yang karam saat perang, kini menjadi rumah bagi terumbu karang dan berbagai biota laut. Keindahan bawah laut Morotai dengan bangkai-bangkai peninggalan sejarah perang ini menawarkan pengalaman menyelam yang tak ada duanya, memadukan sensasi petualangan dan edukasi sejarah. Spot-spot penyelaman seperti wreck dive di sekitar Desa Juanga atau di kedalaman Teluk Daruba sangat populer di kalangan penyelam internasional. Metode efektif untuk menjelajahi situs-situs ini adalah dengan menyewa jasa dive operator lokal yang berpengalaman, yang tidak hanya aman tetapi juga memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah setiap wreck. Tim SAR setempat juga rutin melakukan pemantauan kondisi bawah laut untuk memastikan keselamatan penyelam, seperti yang dilaporkan oleh Komandan Tim SAR Morotai, Kapten Laut (P) Budi Satrio, pada Rabu, 5 Maret 2025. Dengan kombinasi unik antara peninggalan sejarah Perang Dunia II dan pesona bawah lautnya, Pulau Morotai menawarkan pengalaman wisata yang kaya dan tak terlupakan, mengajak kita menyelami masa lalu sambil menikmati keindahan alamnya.