Sebagai wilayah kepulauan dengan kekayaan laut yang luar biasa, Maluku memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan ekosistem perairannya dari ancaman eksploitasi berlebihan. Pemerintah melalui regulasi laut Maluku terbaru mulai menerapkan sistem zona larangan tangkap musiman di beberapa titik koordinat yang menjadi area pemijahan ikan-ikan ekonomis penting. Kebijakan ini diambil berdasarkan kajian ilmiah yang mendalam untuk memberikan kesempatan bagi populasi ikan untuk beregenerasi secara alami tanpa gangguan aktivitas manusia. Langkah perlindungan lingkungan ini juga diimbangi dengan upaya pemerataan fasilitas dasar bagi warga pesisir, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur listrik tenaga surya di pulau-pulau luar agar masyarakat memiliki alternatif energi yang ramah lingkungan.

Penerapan zona larangan tangkap musiman, atau yang dikenal dengan istilah sasi dalam kearifan lokal masyarakat Maluku, kini diperkuat dengan payung hukum modern. Pada periode tertentu, nelayan dilarang keras melakukan penangkapan di area yang telah ditentukan, terutama pada musim bertelur ikan-ikan seperti kerapu, kakap, dan tuna. Pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenakan sanksi tegas, mulai dari penyitaan alat tangkap hingga pencabutan izin melaut. Meskipun awalnya menimbulkan pro dan kontra di kalangan nelayan kecil, sosialisasi yang intensif mulai membuahkan hasil karena masyarakat menyadari bahwa tangkapan mereka akan jauh lebih melimpah dan berkualitas setelah masa larangan berakhir.

Regulasi ini juga bertujuan untuk melindungi terumbu karang dan padang lamun yang menjadi rumah bagi berbagai biota laut. Penangkapan ikan dengan metode destruktif seperti penggunaan bom atau potasium telah ditekan secara signifikan melalui patroli bersama antara aparat keamanan dan kelompok masyarakat pengawas (Pokwasmas). Dengan menjaga ekosistem tetap utuh, pariwisata bahari di Maluku juga ikut terdongkrak. Banyak penyelam mancanegara yang mulai melirik Maluku karena kejernihan air dan kelimpahan ikannya yang terjaga berkat disiplin dalam menjalankan zonasi penangkapan tersebut. Keanekaragaman hayati ini adalah modal utama Maluku dalam membangun ekonomi biru yang berkelanjutan.