Kepulauan Maluku memiliki segudang adat istiadat yang unik dan menantang fisik, salah satunya adalah atraksi yang digelar setiap tujuh hari setelah Idul Fitri di Jazirah Leihitu. Tradisi Pukul Sapu merupakan ritual adat yang telah dilakukan turun-temurun sebagai simbol persaudaraan yang kuat antara warga Desa Mamala dan Desa Morella. Meskipun terlihat ekstrem karena melibatkan adu fisik menggunakan lidi pohon enau, upacara ini sebenarnya merupakan cara masyarakat Maluku untuk menunjukkan ketangguhan mental serta semangat pengorbanan demi menjaga keutuhan tali silaturahmi yang telah terjalin sejak masa perjuangan melawan penjajah.

Para pemuda yang ikut serta dalam Tradisi Pukul Sapu akan bertelanjang dada dan saling mencambuk punggung lawan secara bergantian hingga meninggalkan bekas luka yang nyata. Namun, di balik rasa sakit tersebut, tidak ada rasa dendam sedikit pun di antara para peserta, karena niat utamanya adalah sebagai simbol persaudaraan yang murni. Masyarakat Maluku percaya bahwa ritual ini juga merupakan ajang untuk membuktikan ketangguhan fisik pria dewasa dalam mempertahankan harga diri dan tanah air. Keunikan lainnya adalah penggunaan minyak kelapa khusus yang telah didoakan, yang mampu menyembuhkan luka cambukan dalam waktu yang sangat singkat tanpa meninggalkan bekas permanen.

Kegiatan ini selalu menyedot perhatian ribuan penonton, baik lokal maupun mancanegara, yang ingin menyaksikan secara langsung bagaimana Tradisi Pukul Sapu dijalankan dengan penuh sportivitas. Sebagai bagian dari identitas budaya Maluku, ritual ini mengajarkan bahwa perselisihan atau benturan fisik bisa diselesaikan dengan hati yang besar dan rasa saling menghargai sebagai simbol persaudaraan. Nilai-nilai keberanian dan ketangguhan yang diajarkan dalam setiap sabetan lidi menjadi cerminan karakter orang Maluku yang dikenal keras di luar namun memiliki kelembutan hati yang luar biasa dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antardesa.

Pemerintah daerah terus mempromosikan acara ini sebagai salah satu daya tarik wisata budaya unggulan di Indonesia Timur. Dengan menjaga orisinalitas Tradisi Pukul Sapu, Maluku berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa kearifan lokal bisa menjadi instrumen perdamaian yang efektif. Menjaga simbol persaudaraan melalui atraksi budaya adalah cara yang jauh lebih indah dibandingkan melalui retorika kata-kata semata. Semangat ketangguhan para pemuda Mamala dan Morella harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar mereka tetap bangga akan jati diri sebagai anak Maluku yang berani, setia, dan penuh kasih sayang terhadap sesama saudaranya.